Unjuk Gigi Sanchez & Eriksen

Gue udah merasa sejak awal bahwa memang lebih baik Inter tersingkir aja di Liga Champions. pasalnya dengan kedalaman skuat yang ada Inter akan lebih berpeluang merebut 3 gelar musim ini bila main Liga Europa. Bila Inter kemarin lolos fase knock out Liga Champions, anggap saja ngisi tempatnya Dortmund, berarti Inter akan bertemu PSG. Kalah atau menang? Yang pasti peluang untuk lolos babak selanjutnya tidak akan sebesar sekarang ini, di Liga Europa, cuma ketemu Ludogorets, tim asal Bulgaria.

Di Liga Europa, dengan kemungkinan bertemu tim-tim tidak sekuat dan sebesar di Liga Champion, Inter bisa menurunkan pemain pelapis atau setidaknya rotasi. Artinya Inter bisa menghemat tenaga untuk Liga Italia & Coppa Italia, sekaligus punya waktu untuk menyatukan pemain-pemain yang baru masuk di jendela transfer musim dingin. Hal yang nyaris mustahil dilakukan di fase knock out Liga Champion.

Semalam Inter berkesmpatan dan berani memainkan Eriksen sejak awal karena mendapat lawan yang di atas kertas punya level di bawah mereka. Tidak hanya itu, Inter juga memainkan Sanchez full 90 menit, pemain yang di paruh pertama musim ini jarang bermain karena cidera. Keduanya bermain baik.

Selain permainan solid Borja Valero dan Danilo D’Ambrosio, serta 1 gol + 1 assist dari Lukaku, gue rasa Sanchez patut mendapat kredit karena dia banyak terlibat dalam serangan. Dan, ya, tentu saja Eriksen dengan 1 goal dan 1 tendangan yang mengenai mistar gawang.

Pertanda baik untuk Inter yang akan segera menjalani pertai krusial mulai pekan ini. Pertandingan selanjutnya Inter akan menjamu Sampdoria, lalu 3 hari kemudian  bertemu Ludogorets lagi di leg kedua, kemudian bertemu Juventus di kandang mereka, dan 3 hari kemudian lanjut vs Napoli di ajang Coppa Italia.

Hidup mati semua.

Tulisan ini telah dikunjungi sebanyak 1 kali, 51 diantaranya adalah kunjungan hari ini.