Titik Nadir: Manusia Minta Dimanusiakan

Atraksi lumba-lumba yang begitu disukai oleh anak-anak, ternyata dikecam oleh sebagian orang. Sirkus lumba-lumba dianggap sebagai eksploitasi dan penyiksaan terhadap hewan dilindungi. Konon katanya, Indonesia adalah negara terakhir di dunia yang masih membiarkan sirkus lumba-lumba berlangsung, sedangkan di negara lain sudah dilarang.

Lumba-lumba hanya salah satu dari sekian banyak binatang yang diperjuangkan hak hidupnya. Menjaga kelestarian, tidak tega karena sesama makhluk hidup, sampai rasa sayang, kita jadikan alasan untuk tetap membiarkan binatang-binatang hidup “layak”. Ya, begitulah memang seharusnya manusia bersikap. Walau diberi gelar sebagai makhluk paling sempurna, bukan berarti manusia bisa seenaknya memperlakukan makhluk hidup yang lain.

***

Marah, sedih, jengkel, senang, suntuk, malas, curiga, cemburu, mengantuk, sakit, lupa, menangis, tertawa, gugup, sombong, pelit, loyal, dan masih banyak lagi hal-hal dalam diri manusia yang kita ketahui. Kita tahu betul bahwa hal-hal itu manusiawi.

Kita tahu bahwa teman kita orangnya mudah tersinggung, yang bahkan kita pun sama seperti dia, mudah tersinggung, lalu kenapa kita mesti marah ketika ada teman yang mudah tersinggung? Kita, kan, tahu bahwa tersinggung itu manusiawi, lalu kenapa marah?

Oh, ya, ngomong-ngomong marah, marah, kan, juga manusiawi, ya? Semua manusia pasti pernah marah. Sedari kecil, kita sudah marah-marah. Menangis, merengek, atau ngambek adalah cara kita untuk marah. Kalau begitu, keduanya, baik marah maupun tersinggung, adalah hal manusiawi. Biasa dan bisa terjadi pada setiap kita. Lalu mengapa kita berlaku seperti tidak mengetahuinya?

Pada dasarnya kita semua tahu sifat dan prilaku manusia. Tahu betul. Kita semua juga tahu bahwa segala yang orang lain lakukan, pun dapat terjadi pada kita, karena kita sama-sama manusia.  Sayangnya, kita hanya sebatas tahu saja, tidak sampai memahaminya.

Kita berusaha memahami lumba-lumba, panda, badak, koala, dan yang lainnya, sampai-sampai lupa caranya memahami manusia. Memahami orang lain dan diri sendiri. Mungkin inilah yang nantinya akan menjadi pembeda antara manusia yang satu dengan yang lain: Kemampuan memahami manusia.

Saya tak ingin suatu saat nanti akan ada gerakan memanusiakan manusia. Manusia minta dimanusiawikan. #savemanusia

Bumi dalam keadaan yang paling buruk sepanjang sejarah kehidupannya, apabila kita, sesama manusia, tak lagi bisa memahami kemanusiawian satu sama lain.

Titik nadir.

Tulisan ini telah dikunjungi sebanyak 1 kali, 221 diantaranya adalah kunjungan hari ini.