There’s Only 1 Thing, 2 Say, 3 Words, 4 You: Saya Minta Maaf

Saya percaya, sangat percaya malah, bahwa tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Termasuk pertemuan kita dulu, dan juga perjumpaan yang tak kunjung lagi terjadi pada kita sampai detik ini. Sebetulnya lebih afdol bila disampaikan sambil bertatap mata, namun apa boleh buat, saya harus bersyukur teramat sangat atas kesempatan – hanya – berkirim surat ini.

Padahal tidak banyak hal yang ingin sampaikan, rasa-rasanya malah hanya ingin mengucap maaf saja, tapi sepertinya takdir tak merestui petemuan kita. Ya, mau gimana lagi, walau bagaimanapun juga ini sudah jauh lebih mending. Saya bahkan tidak menduga ternyata akan ada juga momen seperti ini, bisa mengetahui jadwalmu untuk memastikan surat ini bisa tiba di saat yang tepat.

Baiklah, ini intinya. Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas segala yang terjadi. Yang mungkin saja masih membuat hatimu mengganjal. Anggap saja saya ke-GR-an, tidak mengapa. Saya hanya ingin minta maaf atas hal-hal tidak mengenakan yang saya lakukan, baik saat kita masih bersama, maupun saat sudah tidak bersama.

Mohon jangan menaruh sangka bahwa surat ini ditulis untuk mempermainkanmu atau basa-basi, apalagi mencari perkara. Tidak, tidak sama sekali. Saya hanya ingin meminta maaf. Tentu saya bisa meyebutkan satu per satu apa saja kesalahan saya bila kamu mau. Sekali lagi, saya mohon untuk dimaafkan, ya.

Terima kasih banyak sudah membaca surat ini. Oh, ya, gimana presentasi magangnya? Sukses? Selamat ya. Hmmm, itu saya kirim bingkisan juga. Semoga kamu suka.

Selamat siang, Tuhan memberkati!

Jatibening, 10 Agustus 2016, 23:07 WIB.

*Surat ini akan saya kirimkan besok pagi, ke Atma Jaya – Gedung C , Lantai 10

Tulisan ini telah dikunjungi sebanyak 1 kali, 90 diantaranya adalah kunjungan hari ini.