Sebaik-baiknya Manusia

Bila kita sepakat bahwasanya sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat, lalu kenapa yang kita khawatirkan tatkala usia semakin bertambah adalah kenapa belum menikah, bukan malah kenapa belum bisa kasih manfaat?

Jadi sebetulnya mana yang harus lebih dulu kita capai, menikah dulu atau mampu memberi manfaat dulu? Atau dua-duanya bisa dicapai dalam bersamaan?

Tulisan ini telah dikunjungi sebanyak 1 kali, 108 diantaranya adalah kunjungan hari ini.