Manusia Delay

Saya gak sependapat dengan anggapan bahwa bumi sudah tua dan kian menua. Kalau bumi semakin tua harusnya pergerakannya melamban laiknya orang tua, lah ini malah sebaliknya. Kayaknya baru aja bangun tidur trus ngopi sebentar lalu lanjut mandi dan sarapan, eh tau-tau udah jam makan siang aja. Kayaknya baru tadi makan siang, eh tau-tau udah Magrib, dan gak lama kemudian udah jam 9 malam, jam 12 malem, dan ternyata masih ada banyak hal yang belum diselesaikan. Ahhh ini mah berarti buminya masih muda, lagi gesit-gesitnya. Berputar begitu cepat.

Apa jangan-jangan saya nya aja yang sudah tua? Apa iya saya selelet itu? Hmm.. mungkin aja sih, tapi ya harusnya gak gitu-gitu amat. Saya ini termasuk orang yang suka dan berusaha bekerja dengan cepat, berjalan dengan cepat, berbicara dengan cepat, melakukan banyak hal dengan cepat. Saya gak suka menunggu dan tidak akan membiarkan orang lain menunggu karena akan membuang-buang waktu. Untuk beberapa hal yang dirasa tidak bisa saya lakukan dengan cepat, akan saya siasati dengan memulai lebih awal. Saya suka bangun pagi dan datang lebih awal dari yang lain. Zaman kerja kantoran dulu, saya sampai kantor jam 7 pagi ketika teman-teman yang lain datang jam 8-9, dan saya datang jam 6.15 pagi ketika kantor mengharuskan saya datang jam 7. Pokoknya saya harus mulai lebih awal dibanding rekan yang lain karena mereka rata-rata jauh lebih pintar dan cepat dalam bekerja dibanding saya. Begitu juga saat misa di Gereja, bagi saya datang 15 menit sebelum misa dimulai itu sudah terlambat banget. Saya tidak suka tidak bisa memilih tempat duduk yang saya inginkan hanya karena orang lain datang 1 menit lebih cepat dari saya.

Entah mana yang benar, apakah bumi yang terlalu cepat atau saya yang terlalu lambat, yang pasti sudah beberapa bulan belakangan ini ada saja yang tertunda atau sengaja ditunda. Tentu saja berbahaya bila yang tertunda itu pekerjaan, dan untungnya saya bukan tipe orang yang suka menunda pekerjaan, malah mungkin saya tipe orang yang sebisa mungkin menyelesaikan pekerjaan jauh sebelum batas waktu biar di akhir-akhir punya waktu buat bernafas. Daripada ngos-ngosan di menit akhir kan. Nah, alhasil gara-gara memforsir kerjaan di awal itulah jadinya saya banyak kehilangan waktu untuk kegiatan yang sifatnya hiburan.

Saya biasanya punya waktu luang di pagi jam 6 sampai setengah 8, jam makan siang 2-3, dan malemnya jam 12-1 ketika mau tidur. Ya jadinya cuma di jam-jam itulah saya bisa leha-leha melakukan yang saya suka. Jadi misal ada bola jam 9 malam, saya baru nonton nanti jam 12-1 malam. Kalau bolanya mulai dini hari, saya baru nonton paginya jam 6. Untungnya sekarang jaman sudah canggih, ada saluran tv berbayar  yang bisa muter tayangan replay sesuka kita, jadinya gak perlu khawatir kehilangan momen deg-degan nonton tim kesayangan. Tapi ya tetep aja gak enak, soalnya saya kan tipikal penonton layar kaca sok tau yang selalu belagak menganalisis jalannya pertandingan di Twitter. Kalau sekarang mah rasanya aneh bener ngomenin jalannya pertandingan, wong orang-orang udah pada nonton dan tau hasil akhirnya.

Followers di Twitter mungkin nganggep saya gelo kali tiap kali saya ngomenin Indonesian Idol. Netizen mah pada realtime sibuk ngomenin kontenstan idol, lah saya paling baru tengah malemnya atau besok paginya. Untungnya Indonesian Idol selalu upload di Youtube tak lama setelah kontestan tampil, jadinya saya ga ngaret-ngaret amat. Cuma beda hitungan jam dibanding yang lain. Gak kaya Mata Najwa yang baru muncul di Youtube keesok harinya atau beberapa hari kemudian gitu, jadinya saya lumayan lama ketinggalan bahan obrolan seru. Acara TV aja ga sempet, apalagi nonton bioskop coba. Saya baru kemarin nonton Thor dan Murder On The Orient Express hahaha. Hampir setiap pekan saya googling streaming film gratis buat ngecek apakah film yang mau saya tonton gambarnya udah HD atau belum. Zzzzz. Rata-rata saya baru nonton film sekitar 1-2 bulan setelah jadwal tayang di bioskop. Hoaamm. Sedangkan berita-berita terhangat macam Bu Dendy, komen lucu Pak Anice & Pak Sandi, artis narkoba, dsb bener-bener baru akan saya ketahui pas buka Twitter di tengah malam sebelum tidur.

2018, saya manusia delay.

 

Tulisan ini telah dikunjungi sebanyak 1 kali, 84 diantaranya adalah kunjungan hari ini.

About the Author

cekinggita
Perakit Balon @nf.nellafantasia & peracik kata @kedaikataID

Be the first to comment on "Manusia Delay"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*