Ibu dan Melly Goeslaw

Ada sebuah kisah, yang sama sekali tidak menarik. Biasa saja. Begini ceritanya.

Hiduplah seorang anak, yang biasa-biasa saja. Penampilannya biasa saja, begitu juga dengan karirnya. Bisa dikatakan, tidak ada satu hal pun yang luar biasa dari anak itu, kecuali perasaannya kepada sang Ibu. Iya, dia begitu mengagumi Ibunya. Bagi anak itu, tidak ada ciptaan Tuhan yang lebih ajaib ketimbang Ibunya sendiri. Pelangi, gunung batu, lembah, samudera, atau apapun itu tidak ada yang lebih cantik dari sang Ibu.  Anak itu luar biasa mencintai Ibunya.

Sebut saja anak itu adalah aku.

Sewaktu kelas 6 SD, Ibu membelikan aku sebuah kaset musik. Album solo perdana dari Melly Goeslaw bertajuk ‘Melly’, adalah kaset musik pertama yang aku miliki. Bagiku, ini adalah salah satu dari sekian banyak hal ajaib yang Ibuku lakukan.  Aku tidak menyukai musik, dan aku tidak mengetahui siapa itu Melly Goeslaw. Tiba-tiba saja Ibu memberikannya kepadaku. Sepulangnya bekerja, ia mampir ke toko kaset, dan sesampainya di rumah diletakkanlah kaset itu di meja belajarku.

Yang membuat kaset ini menjadi ajaib adalah, ketika ujian praktek musik di akhir tahun pelajaran, aku menyanyikan lagu ‘Jika’. Jika ibu tidak membelikan aku kaset itu, mungkin aku akan kelabakan menjelang ujian praktek. Aku tidak punya wawasan musik yang bagus. Aku tidak tau lagu-lagu tenar paling aktual saat itu. Dan kaset pemberian Ibu sangatlah membantu.

Ada 10 lagu di album Melly, dan tiga di antaranya sangatlah terkenal: Jika (Feat Ari Lasso), Menghitung Hari, dan Kupu-kupu. Tapi lagu yang paling aku suka berjudul Bumi Ini. Mungkin banyak yang belum pernah mendengarnya. Lagu ini kalah tenar dibanding lagu-lagu Melly lainnya. Walaupun, sebenarnya, lagu Bumi Ini, tidak  jauh berbeda dengan lagu-lagu Melly lainnya. Tetap terasa ciri khas lagu yang Melly Goeslaw banget. Lirik yang sederhana, namun kena di hati, dibalut dengan musiknya yang juga sederhana, namun mudah diingat.

Berikut lirik dan link videonya. Selamat menikmati. Ibu yang memperkenalkan aku kepada lagu ajaib ini.
Bumi ini apakah daku punyai
Mengapa selalu sesak nafas kurasa
Sempit ruang dalam kamarku yang pengap
Tak bisa gapai, tangan kekar mengekang

Aku yang hina namun tetap manusia
Sama makan nasi dan meminum air
Jangan terinjak kaum papa mengiba
Kutuliskan ini untuk mengingatkan

Bumi ini apakah daku punyai
Mengapa terpisah cintaku dengannya
Cinta yang ada dalam hatiku ini
Tak tergapai karna kasta yang berbeda

 

https://youtu.be/CybRXf-IHOU

Tulisan ini telah dikunjungi sebanyak 1 kali, 108 diantaranya adalah kunjungan hari ini.