Hujan Luka


Penulis: Seorang sahabat yang tak ingin disebutkan namanya.

Dulu aku berangan-angan kamu akan menjadi teman hidupku.
Yang selalu berusaha menjagaku dari segala hal yang menurutmu tidak aman untukku.
Yang selalu menggenggam erat tanganku agar seluruh dunia tau kita adalah sepasang kekasih yang saling mencintai.
Yang selalu berusaha membuat aku tersenyum ketika aku sedang terpuruk.
Yang bisa diajak bertukar pikiran dan menemukan jalan keluar bila ada masalah.

Tapi sekarang itu tak lagi menjadi angan-anganku.
Ketika kecewaku tak lagi ada obatnya.
Ketika semua terasa palsu yang kamu ucapkan.
Ketika hati ini tak sanggup lagi mengertimu.
Biarlah ini hanya angan-anganku yang pernah mengecap indah janjimu.

 

Tulisan ini telah dikunjungi sebanyak 1 kali, 86 diantaranya adalah kunjungan hari ini.