Hari Kurang Sajen

Tiga Grab Bike yang saya pesan untuk mengantar pesanan ke arah Grogol gagal semua. Grab yang pertama, dipesan jam 10 malam, tidak datang karena – katanya – bannya kempes. Yang kedua, bilangnya udah di depan rumah, udah sms, namun karena tidak ada tanggapan, dia pulang lagi. Ketika saya tanya, kok abang tidak manggil? dia bilang, ga enak, ini sudah malam. Takut berisik. Nah, yang ketiga lebih melegakan. Abangnya datang, dan saya sudah menunggu di depan rumah. Tapi oh tapi, pelanggan NF – yang memesan Grab Bike itu – bukan memilih Grab Ekspress.  Dia memilih layanan mengantar orang ke tempat tujuan. Alhasil harus di-cancel. Jam 12 malam saat itu.

Jumat, 10 Juni 2016, hari saya seakan kurang sajen. Pagi hari masih biasa-biasa saja. Siang juga. Ealah sore harinya itu lho. Pertama, saya anter balon ke daerah Pekayon. 15 menit dari rumah. Enak, deket. Ketika sampai di depan rumah si pemesan, balon saya keluarkan dari mobil. Duar duar duar, tiga balon meluncur ke arah daun-daun pohon bambu yan tepat berada di atas mobil saya. Rumahnya si pemesan punya pohon bambu. Ditanam di halaman rumah. Daunnya sampai ke depan pagar.

Saat perjalanan pulang, saya mendapat chat dari pemesan bunting flag. Katanya, Saya salah menulis judul. Ternyata benar. Jadinya saya harus ngeprint ulang. Huvt! Saya pulang dulu ke rumah, ngedit-ngedit, kemudian meluncur ke Revo (dulu namanya Bekasi Square) untuk membeli kain yang akan digunakan untuk table setting keesok harinya (hari ini, Sabtu, 11 Juni 2016). Jumat malam, jam-jam bubar buka puasa, perkiraan saya jalanan akan macet. Saya nyari jalan tikus. 2 kali mesti puter balik karena jalanan ditutup selama bulan puasa untuk tarawih. Huvt again!

Selesai membeli kain, jam 8 malam, saya pulang. Sampai rumah jam 9an dan langsung kebut menyelesaikan 2 pesanan yang akan dikirim jam 10 malam dan setengah 11. Yang jam 10 adalah yang ke Grogol itu. Dia memesan dari pagi, tapi baru deal jam 5 sore. Karena saya seharian di jalan, saya menjanjikan jam 10 malam baru bisa dikirim. Dia setuju. Ujung-ujungnya barang akan dikirim minggu depan.

Yang jam setengah 11, baru bisa saya kirim setengah 12. Meleset dari perkiraan. Awalnya sepakat dikirim Sabtu pagi sebelum jam 12, tapi pelanggan tiba-tiba minta Jumat malam. Saya janjikan jam 10, kemudian saya ralat jadi setengah jam lebih lama. Barangnya sampai di Cipayung jam setengah 1 dini hari.

Semoga hari lancar jaya. Amin

Tulisan ini telah dikunjungi sebanyak 1 kali, 180 diantaranya adalah kunjungan hari ini.