Media Pelayanan dan Wita

Bulan April yang lalu, gue diberi kesempatan untuk bergabung di sebuah organisasi yang fokus utamanya pelayanan dengan dasar agama. Sehingga tentu saja anggota di dalamnya tidak mendapat bayaran.

Biasanya gue paling males an dengan kelompok yang membuat gue punya kewajiban. Dulu waktu SMA, gue gak mau tuh diajakin gabung ke klub basket, walaupun sampai diteror oleh kakak kelas. Lalu tahun 2010, pekerjaan pertama gue adalah sebagai penulis review rumah makan di sebuah perusahaan Malaysia. Kantornya sih di Kelapa Gading. Gue cuma kerja 2 bulan, terus kabur begitu saja. Karena ternyata, walaupun gue hobi nulis, ketika menulis dijadikan kewajiban, malah jadinya gue membenci kegiatan yang dulu gue cintai.

Bagi gue, hobi ya harus dilakukan dengan senang hati, tanpa harus ada terikat kewajiban. Begitu juga pelayanan atas nama agama.

Gue seneng berbagi, seneng banget malah. Dari dulu. Tapi ketika harus bergabung ke sebuah organisasi, artinya gue harus punya komitmen untuk melakukan hal-hal yang gak gue banget. Nah ini masalahnya, gue menghindari malah menodai kegiatan pelayanan.

Namun untuk kali ini gue mau mau aja. Gue iyain, karena mungkin gue bisa kasih manfaat. Misal, atas nama pribadi atau Nella Fantasia, mungkin gue bisa berbagi nasi bungkus untuk 100 orang, tentu saja dengan bergabung di sebuah organisasi yang besar, gue jadinya bisa berbagi 10 kali lipat lebih banyak.

Itu harapan gue.

Aksi pertama gue, gue lakukan dengan bikin video ucapan Selamat Hari Kartini. Tujuannya apa?

1. Membuat organisasi menjadi lebih terkenal, berhubung momentumnya pas. Dan hari sebelumnya, gue baru diberi tau bahwa organisasi ini butuh dikenal leb ih banyak
2. Membuat orang-orang muda yang berpartisipasi menjadi tersalurkan talentanya dan membuat mereka lebih dikenal. Gue pingin meningkatkan value teman-teman yang berpartisipasi
3. Memhubungkan kegiatan anak muda dengan Tuhan dan sosial, karena kebetulan sedang ada bencana alam. Berhubung dasar organisasinya adalah agama, sehingga seluruh kegiatan harus ada persinggungan dengan Tuhan dan kebaikan sesama.
4. Misi pribadi gue: Mengenal teman-teman yang lain. Gue anak baru di organisasi ini, dan gue butuh kenal orang per orang. Sementara gue gak tau kapan ada kesempatan untuk berkomunikasi intens dengan mereka, bila tidak ada kegiatan.

https://www.youtube.com/watch?v=vIezahJ3SR0&t=12s

Eh ternyata langkah gue dianggap offside. Dianggap berlebihan, dan bahkan ada yang sampai sebel sama gue. Haha. Entahlah, di kepala gue sih gak masuk akal.

Gue gak fraud, gue gak merendahkan orang per orang, gue gak membuat kegiatan yang menghabiskan budget dan menurunkan value organisasi, dan bahkan gue gak pasang panggung untuk diri sendiri. Tapi ada beberapa orang yang menganggap gue sok iye dan berlebihan.

Sejujurnya, gue gak siap dengan drama semacam ini, karena sejak awal bergabung, gue gak ada niatan untuk mencari teman, mencari client bisnis, atau bahkan mencari tempat untuk kongkow-kongkow. Gue murni mau memberi manfaat dalam diri gue untuk Tuhan, dan bahkan kalau ternyata secara karakter/chemistry gak cocok dengan individu-individunya, gue siap-siap aja. Yang penting pelayanan jalan.

Tapi kalau belum apa-apa, yang tertangkap malah sentimen negatif, waduh ini sih drama banget.

Gue belum bisa memahami, kok bisa ada orang yang merasa dirinya adalah pemegang saham terbesar dan merasa punya kecakapan kinerja paling tinggi di sebuah organisasi pelayanan, sehingga merasa dirinya adalah pusat kehidupan.

Gue tadinya mengira organisasi ini sudah dewasa, baik sistem dan anggota-anggotanya. Bahwa mungkin ada 1 2 3 yang belum dewasa, itu biasa. Tapi bila yang menjadi du ri dalam daging itu ternyata sosok yang dominan dan berpengalaman, wah ini mah gak baik.

Semoga semua prasangka dan sikap buruk segera hilang sehingga pelayanan bisa maksimal

Tulisan ini telah dikunjungi sebanyak 1 kali, 7 diantaranya adalah kunjungan hari ini.

About the Author

cekinggita
Perakit Balon @nf.nellafantasia & peracik kata @kedaikataID

Be the first to comment on "Media Pelayanan dan Wita"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*