Mari Berbagi Nasi Bungkus

Pas keliling membagi-bagikan hand sanitizer dan nasi bungkus hari Sabtu kemarin, gue sering papasan dengan orang-orang yang juga sedang berbagi. Bahkan dari tampilan packagingnya pada jauh lebih bonafit.

Ada yang pakai styrofoam lalu dibungkus plastik, ada yang kayak pake hampers ulang tahun gitu, jadinya tampak manis seperti bingkisan. Cakep. Sementara nasi bungkus gue bentuknya kayak nasi uduk gitu, pake kertas coklat. Trus ngasihnya juga gak diplastikin lagi. Udah gelodongan gitu aja. Haha.

Saking banyaknya yang bagi-bagi makanan, gue malah jadi mikir, ini jangan-jangan pemerintah yang mengandalkan akar rumput, bukan sebaliknya. Gara-gara banyak yang berbagi makanan, gue juga jadi bingung sendiri nyari daerah yang belum terjamah. Tapi akhirnya gue bagiin aja deh ke orang-orang yang gue temui di sekitara Jatibening – Jati Asih, sesuai rencana semula.

Mereka yang kemarin mendapatkan HS dan nasbung antara lain driver angkot, pedagang kaki lima, driver ojek online, pemulung, tukang parkir, penjaga tiket parkir.

Dua hal yang gue pelajari dari bagi-bagi HS dan Nasbung edisi pertama kemarin

1) Gue tidak akan memberikan ke pemulung yang ngemper di pinggir jalan karena kemarin tiba-tiba terlihat ada banyak banget pemulung yang terkesan santai-santai di pinggir jalan, berharap ada sedekah yang mampir. Jadinya malah kayak pengemis yang memanfaatkan situasi. Jadi di kesempatan berikutnya gue akan ngasihnya ke pemulung yang emang lagi keliling nyari sampah. Bukan yang duduk. Gue lebih sreg ngasih ke orang yang kerja keras.

2) Tidak perlu memberi HS ke pemulung. Salah taktik kemarin, semua-mua gue kasih. Harusnya yang dapet HS cukup pedagang kaki lima karena mereka yang akan banyak bersentuhan dengan orang asing.

Sekarang gue lagi ngumpulin donasi batch berikutnya, tapi yang kali ini uangnya untuk bikin nasi bungkus. Bukan lagi hand sanitizer karena masih punya sisa 325 botol.

Semoga terkumpul banyak ya



Tulisan ini telah dikunjungi sebanyak 1 kali, 24 diantaranya adalah kunjungan hari ini.

About the Author

cekinggita
Perakit Balon @nf.nellafantasia & peracik kata @kedaikataID

Be the first to comment on "Mari Berbagi Nasi Bungkus"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*