JOCM04

Tuhan memang Maha Membolak-balikan Hati.

Sekitar 5 bulan yang lalu, gue ketemu dengan seorang perempuan keturunan Tionghoa yang pintar dan cantik via Zoom. Di pertemuan pertama kami, tidak hanya ada kami berdua karena ini meeting bersama. Tapi dari sekian banyak anak, cuma dia yang sangat mencuri perhatian gue karena gue liat dia satu-satunya peserta meeting yang cekatan mencatat dan memperhatikan dengan seksama, tapi perhatian gue cuma sebatas “wih keren nih anak”. Gak lebih. Gue suka perempuan cekatan, rajin, dan pintar.

Waktu berjalan, seiring bertambahnya interaksi dan intensitas, kami semakin akrab, tapi ya sebatas pertemanan belaka. Bukan teman juga sih, tapi rekan kerja. Namun yang berbeda, kami ada beberapa kali gesekan. Padahal harusnya untuk ukuran teman baru, gesekan-gesekan yang kami alami harusnya tidak perlu ada

Yang pertama, ada momen ketika gue mulai merasa gak mau melanjutkan interaksi yang lebih karena kayaknya dia gak bisa diajak jadi partner yang tepat. Dia tlp gue malem-malem untuk protes, “oh gitu lo Mas, sama gue? Oke Mas”.

Yang kedua, ketiga, dan keempat, giliran dia yang marah, dan gue yang nguber-nguber. Ada satu momen dia gue kesiksa banget pas dia nyuekin gue 2 hari, haduh.

Lalu yang terakhir, gue lagi yang kesel. Dan bahkan gue udah berjanji gak mau terlalu intens berinteraksi sebagai teman.

Agak aneh memang interaksi kami. Macam anak kecil. Macam remaja. Gue juga bingung kok gitu. Ini Anggara Gita lho, pria 33 tahun yang sudah sangat amat cuek sama hal-hal semacam ini, eh tau-tau kok ya kayak bocah.

Setelah cekcok yang terakhir, hubungan kami menjadi lebih dekat. Lebih akrab. Gue seneng. Seneng banget sekaligus bingung, kok bisa gini karena awalnya kan udah muak. Sekarang malah jadi gue yang kesengsem, dan dia yang biasa aja. Padahal waktu terakhir gue marah, statement kangen dan ingin terus berinteraksi justru keluarnya dari mulut dia. Tuhan memang Maha Membolak-balikan Hati.

Hari ini, 14 September 2021, gue ngerasa chat-chat dia jadi lebih hambar. Sepertinya setelah gue bilang terang-terangan bahwa gue suka dan pingin nyoba lebih. Kayaknya dia mulai jaga jarak. Padahal gue berharap hubungan ini dicoba terlebih dahulu. Gak harus jadi yang gimana-gimana, tapi setidaknya dibuka jalan untuk mengenal lebih dalam. Soalnya, kami baru bertemu 3 kali, selebihnya hanya tatap muka virtual. Gak ngena sama sekali.

Dan sepertinya gue salah langkah, tapi ya sudahlah. Jalanin aja. Gue harus menghormati batas-batas yang pingin dia buat.

Gue percaya dan melihat bahwa Tuhan Maha Membolak-balikan Hati. Seringkali kita menghabiskan waktu untuk menyukai hal-hal yang dikemudian hari sama sekali tidak kita sukai sama sekali. Jadi tidak perlu khawatir.

Yaa pinginnya sih untuk yang kali ini berakhir berbeda, tapi seperti yang sudah-sudah, hubungan tidak akan pernah berhasil bila hanya salah satu pihak yang bergerak.

Tulisan ini gue buat tanpa editing dan dibaca dua kali, jadi pasti berantakan. Semoga orangnya gak baca. Takut dia ilfeel.

Tulisan ini telah dikunjungi sebanyak 1 kali, 6 diantaranya adalah kunjungan hari ini.

About the Author

cekinggita
Perakit Balon @nf.nellafantasia & peracik kata @kedaikataID

Be the first to comment on "JOCM04"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*