2017 + 21 Hari

unduhan

Tahun sudah tidak baru lagi. Sudah lewat tiga minggu. Sudah ada banyak hal terjadi, dan mungkin pengaruhnya bisa sepanjang tahun. Contohnya Hari Minggu pekan kemarin, saya ketemuan sama teman saya, berlima. Kami bertemu untuk membahas sejumlah polemik yang memanas di akhir tahun 2016 kemarin, namun sebetulnya polemik itu sudah ada dan berkembang sejak bertahun-tahun sebelumnya.

Sekarang sekilas permasalahan tampak selesai. Sekilas saja, karena bagi saya sama sekali tidak. Saya berada dalam posisi yang bisa memahami posisi teman saya, sang tokoh utama polemik tersebut, tetapi juga sekaligus paling tidak bisa memahami posisinya. Saya paham bahwa mempertahankan relasi asmara adalah harga mati, karena dulu pun saya melakukannya. Saya juga sering mengorbankan teman demi tidak putus cinta, seperti yang dia lakukan. Namun bedanya, saya bilang dulu terang-terangan ke teman-teman saya bahwa saya akan mengorbankan mereka.

Bingung? Begini lho maksudnya. Ketika saya ketahuan berbuat salah dan kesalahan itu mengancam relasi percintaan, saya akan bilang ke pacar saya bahwa teman saya si A yang begini, si B begitu, si C malah bla bla, dan seterusnya. Namun sebelumnya saya sudah bilang dulu ke A B C dll bahwa namanya akan saya catut-catut, dan mohon maklum serta kerjasamanya. Dulu sih mereka setuju-setuju saja. Haha. Ya namanya juga lakik, untuk beberapa hal sangat setia kawan. Tapi yang terjadi di polemik teman saya ini berbeda. Di depan teman-temannya, dia menyudutkan pacarnya. Di depan pacarnya, dia menyalahkan teman-temannya. Pekan kemarin itu dia menyalahkan saya di depan pacarnya dan banyak berkelit. Saya kaget bukan main. Betapa beruntungnya teman saya itu karena saya sudah malas berdebat, dan lagi pula tidak ada untungnya bagi saya. Yang pasti saya punya screenshot isi percakapan dia yang mengatakan sebaliknya, hal yang tidak sesuai dengan yang ia ucapkan pada pertemuan itu. Barang bukti yang bila saja saat itu saya buka, wah entahlah. Polemik ini, saya rasa, akan terus membekas dan membuat sepanjang tahun ini agak berbeda karena yang terlibat adalah orang-orang yang cukup dekat dengan saya.

Secara umum, tahun 2017 akan jadi menjadi tahun yang luar biasa berat bagi saya. Ini tahun ke 2 saya menjalani profesi pedagang balon. Artinya saya sudah bukan lagi pemain baru. Tidak baru-baru amat. Sudah punya pengalaman setahun. Kesalahan elementer macam salah design, kurang jumlah, salah kasih harga, atau stok tidak mencukupi, tidak boleh terjadi lagi. Target besarnya adalah tahun ini saya sudah harus bisa sewa tempat untuk dijadikan toko dan punya beberapa pegawai. Kalau bisa sebelum tengah tahun. Momentum harus tetap terjaga, sebab tahun lalu cukup menggairahkan bagi saya. Saya bikin beberapa produk baru dan punya website www.arwandata.com. Huahh. Tahun ini harus lebih dari itu.

Itu tadi sekilas tentang pertemanan dan bisnis. Kalau tentang asmara, di 2016 kisah saya masih sama seperti 2015. Lempeng. Tak ada satu pun yang menggoda hati. Entah kenapa jatuh cinta bisa sesulit ini. Salah satu hal yang bisa saya terima sebagai penyebab adalah karena saya pun berhenti mencari. Bukan cuma berhenti mencari malah, bahkan saya menolak beberapa tawaran teman yang hendak memperkenalkan saya ke dua tiga perempuan. Saya merasa masih belum mampu menjalin asmara lagi. Kalau untuk sekadar nambah-nambah teman, ahelah.. Teman saya sudah banyak. Namun yang pasti, 2017 ini saya akan mulai mencari. Pelan-pelan saja yaa…

Kesehatan. 2016 saya sakit parah dua kali. Yang pertama karena kecapekan, yang kedua karena kecapekan. Haha. Kalau yang kedua itu juga disebabkan stres mikirin polemik teman yang saya ceritakan di awal.

Pada intinya tahun lalu saya hidup lebih sehat. Rutin sepedahan. Oh ya, ngomong-ngomong tentang sepeda, sepeda adalah pembelian terbaik saya di 2016. Saya beli bekasnya Bagas seharga 2.5 juta. Bagas beli barunya 5 juta. Bukan cuma soal harga sik, tapi lebih kepada manfaatnya. Dengan harga segitu saya bisa olahraga, ngusir stress, sekaligus anter-anter pesanan printable. Saya anter pesanan ke Taman Galaxy dan Shell Jatibening naik sepeda.

Tahun lalu saya juga hidup lebih bahagia. Hilang sudah stress karena kerjaan kantor. Haha. Saya bisa melakukan apapun yang saya suka, tanpa tekanan. Saya bekerja, bermain, tidur, nonton bola, dan lain-lainnya tanpa ada tekanan pihak lain.

Tahun 2017 ini saya harus lebuh sehat dan bahagia. Saya harus perbanyak minum air putih. Saya ini ketagihan es teh dan kopi. Gawat. Saya juga harus mencari lebih banyak uang agar hidup saya lebih bahagia. 2016 uang saya terlalu sedikit.

Tahun ini sudah berjalan 21 hari. Belum ada gebrakan berarti. Paling-paling cuma terminasi paket HBO tv kabel di rumah, lalu ganti dengan internet TV. Maksud hati supaya bisa nonton bola dan film-film box office via streaming di Internet TV , eh ternyata TV di rumah tidak kompitibel untuk nonton bola. Padahal siasat ini bikin saya hemat 100ribu rupiah lho. Alhasil bulan depan saya akan terminasi aja deh TV Internetnya. Saya mau beli kabel converter laptop ke TV rumah aja, kemudian langganan iFlix.

Semoga tahun 2017 ini semakin banyak hal baik terjadi, juga untuk kalian.

Tulisan ini telah dikunjungi sebanyak 1 kali, 26 diantaranya adalah kunjungan hari ini.

About the Author

cekinggita
Perakit Balon @nf.nellafantasia & peracik kata @kedaikataID

Be the first to comment on "2017 + 21 Hari"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*